Embun suka bermain air. Embun senang jika hujan tiba. Namun, hujan deras hari ini membuat air sumur menjadi keruh. Embun coba menyaring airnya, tetapi tidak berhasil. Apa yang akan dilakukan Embun, ya?
Cerita berjudul "Kisah Dua Putri dan Si Raja Ular" yang ditulis oleh Dwi Pratiwi ini berasal dari Papua. Cerita ini mengisahkan tentang kehidupan kakak beradik bernama Sasandewini dan Suntre. Mereka berdua hidup menemani sang nenek sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Pada suatu hari ketika sedang mencari makan di hutan, mereka menolong dua ekor burung yang terluka karena berkelahi di h…
Suara hujan deras dan petir terdengar menggelegar dan saling bersahutan. Suara itu membuat Bona dan Momo berlari ketakutan ke dalam rumah. Tetapi, ketakutan mereka kemudian hilang karena sesuatu. Kira-kira apa, ya?
Alka sedih karena orang tuanya sering bertengkar. Teriakan-teriakan orang tuanya saat bertengkar terasa menyakiti hatidan telinganya. Alka kemudian memilih untuk membangun sebuah ‘kapal laut’ dan bersembunyi di sana untuk menghindari semua itu. Namun, mungkinkah ia berada di sana selamanya?
Si Burung Bidadari yang merupakan cerita rakyat Fakfak, Papua ini bersumber dari sebuah cerita yang ditulis oleh Bapak Samsuni. Cerita diperkaya setelah mendapat beberapa informasi dari Pak Orgenes, seorang penjaga hutan di Pegunungan Saporkren, di Pulau Waigeo, Papua Barat. Naskah ini ditulis kembali dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan cerita Papua yang merupakan warisan budaya nenek …
Aku ingin sekali berenang dengan paman. Tetapi, sudah 3 hari aku meriang. Ibu membawaku ke sebuah tempat agar aku lekas sehat. Tempat itu adalah gedung yang sangat besar. Menurut teman-temanku di desa, itu gedung yang aneh. Apa yang akan aku temukan di gedung aneh itu, ya?
Sebentar lagi Maimun berulang tahun. Ia sudah menyiapkan daftar hadiah. Tapi, kakek malah memberinya pohon timun. Kira-kira, apa, ya, yang dilakukan Maimun pada pohon timun itu?
Rumah Lawa telah ditempati oleh Tutu. Lawa bermaksud untuk mencari rumah yang baru. Namun, tidak mudah menemukan rumah baru. Lawa harus menghadapi banyak tantangan. Rumah Tutu ternyata juga kebanjiran. Bagaimana mereka bisa menemukan rumah baru?
Sore itu, Bapak akan menjaga Mama di rumah sakit. Bapak memberikan uang kepada Lani seratus ribu rupiah untuk 2 hari. Uang dari Bapak tidak boleh habis karena akan digunakan untuk membeli obat Mama. Padahal, dia tinggal bersama Martin, adik laki-lakinya di honae. Apakah Lani Bisa? Besoknya, ada acara bakar batu. Apakah Lani harus membelanjakan uang dari Bapak untuk menyumbang makanan? Bagaimana…
Aduh, mengapa para warga membuang sampah semaunya, sih? Lihat akibatnya! Dex jadi tidak mau mengangkut sampah yang tercampur. Hiii! Taman pun menjadi bau! Bagaimana caranya agar warga mau membuang sampah sesuai jenisnya, ya?
Air itu unik. Air berperan penting dalam kehidupan.Yuk, ikut Tirta keliling rumah untuk melihatkeajaiban-keajaiban air!
Buku Bolu Makadamia karya Sri Widyowati Kinasih mengisahkan petualangan seorang anak yang belajar arti berbagi dan kerja keras melalui pengalaman membuat bolu makadamia. Cerita ini mengajarkan nilai ketekunan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap makanan tradisional yang dibuat dengan penuh kasih. Dengan ilustrasi yang hangat, buku ini menginspirasi anak-anak untuk menghargai proses dan berbag…
Komik Rampai menyajikan kisah seru dan kocak tentang Yami, Sinta, Rio, dan Aji yang penuh akal dan aktif dalam keseharian mereka. Dengan jurus-jurus unik, mereka berusaha tampil keren, bugar, sekaligus menghibur pembaca.
Buku ini menceritakan Raka yang mencoba mengungkap pencuri yang masuk ke rumah walet milik Amang Yoyok. Cerita ini mengajak pembaca belajar menganalisis peristiwa yang membingungkan, mengasah kemampuan observasi, logika, dan pemecahan masalah, sambil mengikuti petualangan Raka dalam mencari jawaban atas misteri yang dihadapinya.
Buku ini menceritakan Riana, Rinjani, dan Arga yang berusaha menerjemahkan surat wasiat Pekak Taro yang ditulis dengan huruf Bali, mengungkap rahasia tersembunyi, dan menemukan peninggalannya, mengangkat tema petualangan, misteri, dan kerjasama.
Buku ini dibuat untuk dibaca bersama ayah dan ibu, melalui buku ini aku ingin mengajak kalian berkenalan dengan hewan penghuni taman dirumahku dan mengenali suara mereka dengan baik
Win akan tampil menari saman. Namun, ikat pinggangnya entah terselip di mana. Tanpa ikat pinggang, kain yang dipakainya menjadi longgar. Win khawatir kainnya akan melorot saat menari. Apa yang terjadi ketika Win menari di atas panggung?
Ada satu hal yang kurasa paling seru dan menyenangkan untuk dilakukan, bahkan lebih seru daripada permainan di gawaimu. Apa itu? Oh, aku tidak mungkin membocorkannya di sini. Lekas cari tahu saja bersama si burung mungil, sapi, bebek, tikus, dan kucing lucu di buku ini. Semoga kamu suka, ya!
Hujan belum berhenti. Tiwi tidak bisa bermain di luar. Apa yang akan dilakukan Tiwi? Apa Tiwi tidur saja seperti Moci? Wa, ternyata banyak hal seru bisa dilakukan tanpa gawai. Jika kalian bermain ponsel, sebaiknya dibatasi, ya. Bermain ponsel secara berlebihan bisa berakibat buruk untuk kesehatan. Buku ini mengajak kalian untuk aktif bergerak, senang berteman dan berbagi, serta belajar dari l…
Cerita rakyat ini berasal dari Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, sehingga dialek yang digunakan di dalamnya menggunakan dialek Melayu Karimun. Nuansa tempat yang digunakan juga berlatar suasana di Kabupaten Karimun pada zaman dahulu.