Tahun 206X, kualitas udara bumi memburuk. Alfa memutuskan kembali ke tahun 202X untuk memulihkan kondisi bumi. Bersama para ksatria terpilih, Alfa melawan monster tak terlihat yang mengancam kehidupan manusia. Saat monster berhasil dikalahkan, masih banyak tugas yang harus dikerjakan. Inilah saatnya manusia bersatu menjaga bumi.
Lima Pandawa memancing, namun justru mendapat sampah dan harus menghadapi berbagai rintangan untuk mengatasinya. Sementara itu, empat pemuda dari Mars datang ke Bumi demi memulihkan lingkungan dan menyelamatkan udara bersih bagi manusia.
Buku ini menceritakan Pingka yang tidak suka menunggu, padahal dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang mengharuskan menunggu. Cerita ini mengajarkan pembaca tentang pentingnya kesabaran dan bagaimana memanfaatkan waktu menunggu dengan hal-hal yang menyenangkan agar tidak terasa membosankan.
Buku ini menceritakan Raja Kerajaan Saloka yang memiliki ide tak biasa untuk mengatasi kekeringan, dengan bantuan tiga pemusik jalanan, Bayu, Cahya, dan Surya, sehingga lahirlah keajaiban tak terduga. Cerita mengangkat tema kreativitas, kerja sama, dan dampak positif dari ide yang unik.
Buku ini menceritakan siklus kehidupan buah kelapa, mulai dari jatuh, terbawa air, tumbuh menjadi pohon baru, hingga dimanfaatkan manusia dan semut, mengajarkan pembaca tentang alam, pertumbuhan, dan keterkaitan makhluk hidup
Buku ini menceritakan kisah penduduk wilayah Tengger yang menghadapi bencana gempa dan kekeringan, serta upaya seorang Pendeta sakti untuk mengatasi kesulitan tersebut. Cerita mengangkat tema kepahlawanan, ketekunan, dan upaya manusia menghadapi bencana alam.
Buku ini memperkenalkan Pila dan Poja, dua tokoh yang menghadirkan kebahagiaan dan kehangatan bagi pembaca. Cerita ini mengajak anak-anak untuk mengikuti kisah mereka, merasakan cinta, keceriaan, dan kehangatan yang dapat memupuk empati serta perasaan positif sejak dini.
Buku ini mengajak anak-anak menemukan petualangan seru yang sarat pelajaran hidup. Dengan cerita menarik dan ilustrasi yang indah, buku ini mendorong rasa ingin tahu, imajinasi, serta kebiasaan membaca bersama orang tua dan teman-teman.
Buku ini menceritakan petualangan Reu dan Missael mengikuti acara buka sasi laut di Kepulauan Raja Ampat, sambil mengeksplorasi biota laut yang dilindungi oleh aturan adat setempat, dan mengajak pembaca menikmati keindahan alam bawah laut
Buku ini menceritakan pengalaman Aura membuat video kegiatan sehari-hari di rumah Bik Nurul di pinggir Sungai Musi, mengenal Ali, dan belajar cara melakukan aktivitas rumah, sekaligus menghadapi tantangan dan keseruan selama proses pembuatan video.
Buku ini menceritakan persahabatan antara Selem dan Nimi, dengan fokus pada keberanian, tolong-menolong, dan hubungan hangat antara teman. Cerita mengangkat tema persahabatan, tanggung jawab, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini mengisahkan pengalaman pertama Maria mengikuti tradisi pangkur sagu di Kampung Senegi, Merauke. Melalui kisah gotong royong, persahabatan, dan keceriaan, anak-anak diajak mengenal proses pembuatan sagu serta pentingnya menjaga kebersamaan dalam budaya masyarakat Marind.
Buku ini menceritakan Harsa yang ingin mengenakan pakaian adat berbeda di sekolah dan mencari referensi melalui aplikasi Nusantara di Tanganmu, mengangkat tema kreativitas, keunikan budaya, dan penggunaan teknologi untuk belajar.
Buku ini menceritakan petualangan dua peneliti Eropa, Wallace dan Weber, yang meneliti penyebaran hewan di Nusantara, menghasilkan penemuan Garis Wallace dan Garis Weber, serta mengajak pembaca memahami keanekaragaman hayati di wilayah tropis.
Buku ini menceritakan petualangan Pelung, seekor ayam jantan, yang berkelana keluar kampung untuk mencari ayam lain yang jago berkokok, mengangkat tema keberanian, persaingan, dan kegigihan.
Buku ini menceritakan kisah kancing baju yang lepas dan tersesat di tempat asing. Kancing itu merasa kesepian dan berharap ditemukan kembali. Cerita ini mengajak pembaca memahami pentingnya perhatian terhadap hal-hal kecil di sekitar kita sambil mengikuti petualangan kancing yang lucu dan menggemaskan.
Buku ini menceritakan Riana, Rinjani, dan Arga yang berusaha menerjemahkan surat wasiat Pekak Taro yang ditulis dengan huruf Bali, mengungkap rahasia tersembunyi, dan menemukan peninggalannya, mengangkat tema petualangan, misteri, dan kerjasama.
Buku ini menceritakan tentang Nala yang berusaha menemui Runa untuk menyampaikan hal penting. Pertemuan hanya bisa dilakukan di tempat kursus, dan Nala harus menemukan jadwal Runa sebelum waktu yang ditentukan. Kisah ini mengangkat tema ketepatan waktu, perencanaan, dan usaha untuk mencapai tujuan meski menghadapi batasan waktu.
Buku ini menceritakan Meong Palo yang berusaha melarikan diri dari Mello, tetapi akhirnya menyadari bahwa penilaiannya terhadap Mello keliru. Cerita mengangkat tema kebebasan, kepercayaan, dan kesalahpahaman.
Buku ini menceritakan petualangan lima sahabat di dataran tinggi Tanoh Gayo yang tetap semangat bersekolah meski menghadapi berbagai masalah. Cerita mengangkat tema persahabatan, kebahagiaan masa kecil, dan pengalaman hidup, sambil mengajak pembaca merasakan kehidupan di sekitar Danau Lut Tawar dan membangkitkan imajinasi serta rasa petualangan.