Pada suatu malam di ruang jahit ayahnya Samuel melihat baju merah muda yang sangat indah.
Sejak Kakek meninggal, tidak ada lagi yang menemani Nino bermain di rumah. Dengan menggunakan tongkat Kakek, Nino mencoba menciptakan keseruan bermain di rumah.
Bono akhirnya tiba di rumah. Adik pun bisa minum madu. Meski terlambat, Bono tetap berusaha. Jika esok disuruh Ibu, ia akan lebih bersegera.
Tiwi canโt wait to play a game on a mobile phone. Too bad! Itโs not time yet. But when the time comes, Tiwi still canโt play. Whatโs going to happen next?
Tora just moved into a new comfortable tree. Unfortunately, he became lazy. He even often postponed his need to go to the toilet.
Komik Rampai ini berisi kisah Vanya dan Vino, Tiara, Caca, dan Nanta untuk tampil keren dan bugar menurut persepsi masing-masing. Ternyata tampil keren dan bugar itu tidak mudah.
Embun suka bermain air. Embun senang jika hujan tiba. Namun, hujan deras hari ini membuat air sumur menjadi keruh. Embun coba menyaring airnya, tetapi tidak berhasil. Apa yang akan dilakukan Embun, ya?
Cerita berjudul "Kisah Dua Putri dan Si Raja Ular" yang ditulis oleh Dwi Pratiwi ini berasal dari Papua. Cerita ini mengisahkan tentang kehidupan kakak beradik bernama Sasandewini dan Suntre. Mereka berdua hidup menemani sang nenek sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Pada suatu hari ketika sedang mencari makan di hutan, mereka menolong dua ekor burung yang terluka karena berkelahi di hโฆ
Suara hujan deras dan petir terdengar menggelegar dan saling bersahutan. Suara itu membuat Bona dan Momo berlari ketakutan ke dalam rumah. Tetapi, ketakutan mereka kemudian hilang karena sesuatu. Kira-kira apa, ya?
Alka sedih karena orang tuanya sering bertengkar. Teriakan-teriakan orang tuanya saat bertengkar terasa menyakiti hatidan telinganya. Alka kemudian memilih untuk membangun sebuah โkapal lautโ dan bersembunyi di sana untuk menghindari semua itu. Namun, mungkinkah ia berada di sana selamanya?
Si Burung Bidadari yang merupakan cerita rakyat Fakfak, Papua ini bersumber dari sebuah cerita yang ditulis oleh Bapak Samsuni. Cerita diperkaya setelah mendapat beberapa informasi dari Pak Orgenes, seorang penjaga hutan di Pegunungan Saporkren, di Pulau Waigeo, Papua Barat. Naskah ini ditulis kembali dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan cerita Papua yang merupakan warisan budaya nenek โฆ
Hore! Pipi, si perahu pelepah pisang, bisa meluncur di air. Tiba-tiba, ada yang datang! Ternyata teman-teman Arga, pemilik Pipi. Mereka juga membawa perahu pelepah pisang seperti Pipi. Katanya, mereka mengajak balapan. Wow, balapan? Apakah Pipi akan ikut balapan bersama teman barunya? Baca ceritanya di buku ini, yuk! Ikuti keseruan Pipi dan teman-temannya.
Lala takut saat Ibu telat menjemput. Ada orang tidak dikenal mendekatinya. Ibu bilang hati-hati dengan orang asing. Namun, Lala tidak berani menolak tawarannya. Untunglah Ibu segera datang. Esoknya, ada perempuan yang mengajak Lala pergi. Apakah sekarang Lala berani menolaknya?
Ah! Wuri kesal dengan Reno. Anak laki-laki itu selalu iseng menyingkap rok. Wuri tidak suka candaan Reno. Ia akan melaporkan Reno pada wali kelas. Namun, sesuatu terjadi. Hem, bagaimana cara Wuri menghentikan keisengan Reno, ya?
Wasta bermain di kebun. Dia melihat laba-laba berayun-ayun. Lalu, Wasta melihat semut-semut berbaris rapi. Semut mengangkut makanan dan menyimpannya dalam sarang. Wasta pikir semut hewan yang rajin, sedangkan laba-laba hanya bermain-main. Benarkah seperti itu?
Aku ingin sekali berenang dengan paman. Tetapi, sudah 3 hari aku meriang. Ibu membawaku ke sebuah tempat agar aku lekas sehat. Tempat itu adalah gedung yang sangat besar. Menurut teman-temanku di desa, itu gedung yang aneh. Apa yang akan aku temukan di gedung aneh itu, ya?
Dalam rangka Hari Anak Nasional, Bu Nina mengajak Mima dan Teman-Temannya mengunjungi panti asuhan. Mereka boleh menampilkan hiburan apa saja yang mereka suka. Wah, Mima jadi bersemangat untuk ikut ambil bagian.Sayangnya, tidak ada yang cocok dengan Mima. Kira-kira, Mima akan menampilkan apa, ya?Ikuti cerita Mima si anak istimewa, yuk!
Sebentar lagi Maimun berulang tahun. Ia sudah menyiapkan daftar hadiah. Tapi, kakek malah memberinya pohon timun. Kira-kira, apa, ya, yang dilakukan Maimun pada pohon timun itu?
Rumah Lawa telah ditempati oleh Tutu. Lawa bermaksud untuk mencari rumah yang baru. Namun, tidak mudah menemukan rumah baru. Lawa harus menghadapi banyak tantangan. Rumah Tutu ternyata juga kebanjiran. Bagaimana mereka bisa menemukan rumah baru?