Cerita ini tentang Segi Lima yang awalnya pemalu dan lebih suka bermain sendiri. Namun, setelah bertemu Lingkaran, Segitiga, dan Segi Empat, ia mulai ikut bermain dan menggambar bersama. Akhirnya, Segi Lima belajar bahwa berani berkenalan bisa membuatnya punya teman baru.
Buku ini menceritakan Lindung, seorang anak yang berbakat memainkan alat musik gordang sambilan seperti ayahnya, menghadapi larangan ayahnya, sekaligus memperkenalkan budaya Mandailing dan tradisi musiknya.