Gita dan Nada sangat suka menari. Mereka berlatih di sanggar tari.Namun, ada yang berbeda dengan Nada. Kini ia mudah lelah.Ia juga jarang ikut latihan menari.Ada apa dengan Nada, ya?
Magai suka mendengarkan cerita Mama. Magai menggambarkan cerita-cerita itu pada tapa. Tapa adalah kertas tradisional dari kulit kayu. Tapa cerita selalu membuat Magai gembira. Di sekolah, Enre sering terlihat murung. Apakah Magai dapat menghibur Enre dengan tapa ceritanya?
Cerita Nome merupakan cerita yang disadur dari cerita rakyat yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Banyak nilai-nilai positif yang dapat diambil oleh anak dari cerita ini. Melalui cerita ini anak dapat belajar dari tokoh cerita yang bernama Nome. Anak dapat mengambil pelajaran dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh tokoh cerita. Kebaikan pasti akan kembali menjadi kebaikan yan…
Cerita berjudul "Kisah Dua Putri dan Si Raja Ular" yang ditulis oleh Dwi Pratiwi ini berasal dari Papua. Cerita ini mengisahkan tentang kehidupan kakak beradik bernama Sasandewini dan Suntre. Mereka berdua hidup menemani sang nenek sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Pada suatu hari ketika sedang mencari makan di hutan, mereka menolong dua ekor burung yang terluka karena berkelahi di h…
Cerita "Karena Berebut Kalekak" yang ditulis oleh Hidayatul Astar berasal dari Kepulauan Bangka Belitung. Cerita ini mengisahkan tentang kehidupan beragam jenis binatang seperti kera, lutung, burung, tupai, dan binatang lainnya. Di hutan tersebut, penghuni hutan memetik dan memakan segala jenis buah-buahan sepuasnya dengan syarat buah yang dipetik adalah buah yang sudah matang. Aturan tersebut …
Buah Ajaib mengisahkan kehidupan suami istri yang miskin dan tidak memiliki anak. Mereka tinggal di tepi hulu sungai bernama Indragiri. Untuk melanjutkan hidup dan bekal sehari-hari mereka pergi mengambil upah ke kebun tetangga atau ke sungai mencari ikan. Keluar masuk hutan sudah mereka lakoni sejak dahulunya. Hutan Indragiri menyimpan beraneka ragam tumbuhan dan buahan yang dapat dimanfaatkan…
Cerita rakyat berjudul Banterang Surati adalah cerita rakyat tradisional dari Banyuwangi Jawa Timur. Hal yang menarik dalam cerita rakyat ini adalah memperlihatkan bagaimana struktur sosial masyarakat Banyuwangi yang dapat dilihat seperti bagaimana kerukunan dalam antarumat beragama, menghormati musuh, serta sikap kepahlawanan.
Dalam cerita ini, saya menyusun cerita rakyat Asal-Usul Nama Kecamatan Kasihan di Bantul meliputi beberapa anak judul, yaitu “Senjata Andalan Ki Ageng Mangir Wonoboyo”, “Rencana Panembahan Senapati”, dan “Perjalanan Rara Pembayun”
Buku ini menceritakan Gendis yang bertekad membuat buku skrap tentang Mbah Met dengan mengumpulkan informasi sepanjang hari. Cerita menyoroti rasa ingin tahu, ketekunan, dan upaya memahami orang yang dianggap istimewa.
Buku ini mengajak pembaca menjelajahi dunia serangga yang penuh keajaiban, dengan cerita dan ilustrasi menarik yang memperkenalkan kehidupan mereka di lingkungan sekitar kita.
Halo anak Indonsia yang hebat! kita akan membaca kisah hidup dua belas pahlawan yang ada di uang rupiah dalam buku ini.. Kita pun akan mengetahui keteladanan, keistimewaan, dan sisi unik dari mereka. Banyak sikap para pahlawan yang dapat dijadikan contoh dan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Perkenalkan Magai, anak perempuan dari Kampung Asei, Sentani, Papua. Ia suka membaca dan mendengarkan cerita. Magai sangat suka mendengarkan cerita Mama. Uniknya, Magai juga suka menggambarkan cerita pada lembaran tapa. Tapa adalah kertas tradisional dari kulit kayu. Tapa cerita selalu membuat Magai gembira. Beragam cerita dapat menghibur, memberi kebahagiaan, menambah sahabat pula. Begitulah …
Cerita dalam buku ini diangkat dari kisah nyata individu di masyarakat yang terbukti mendedikasikan hidupnya bagi lingkungan dan manusia sekitar. Pada setiap narasi, penulis dan ilustrator memodifikasi latar, waktu, dan detail kehidupan yang mereka jalani sampai hari ini. Cerita pertama diangkat dari perjalanan seorang dokter asal kota Malang bernama Gamal Albinsaid yang menelurkan ide bank sam…
Buku ini menyajikan ragam peribahasa Nusantara dari bahasa daerah (dari Aceh hingga Papua). Peribahasa Nusantara sangat kaya dan penuh makna untuk orang Indonesia, khususnya untuk anak-anak. Dengan peribahasa itu anak-anak Indonesia dapat bersikap lebih positif. Diharapkan pula anak-anak Indonesia bisa menyadari dan mengenal kekayaan bahasa daerah di seluruh tanah air.
Literasi finansial sebagai salah satu literasi dasar menawarkan seperangkat pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola sumber daya keuangan secara efektif untuk kesejahteraan hidup sekaligus kebutuhan dasar bagi setiap orang untuk meminimalisasi, mencari solusi, dan membuat keputusan yang tepat dalam masalah keuangan. Literasi finansial juga memberikan pengetahuan tentang pengelolaan dan pem…
Merupakan cerita yang berasal dari Sumatera Utara. Di sebuah kampung terpencil di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, hiduplah sepasang suami istri. Kehidupan mereka normal, persis dengan keluarga lainnya di kampung itu. Kehidupan mereka semakin lengkap dengan hadirnya seorang anak laki-laki yang diberi nama Tador. Namun, Tador selalu ditinggal sendiri di rumah oleh kedua orang tuanya karena mer…
Cerita rakyat ini berasal dari Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. Kisah ini bercerita tentang dua bersaudara, Langkuse dan Putri Rambut Putih. Mereka telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Langkuse mengasuh adiknya dengan baik dan tumbuh menjadi pemuda yang gagah perkasa, sakti, lagi baik hati. Putri Rambut Putih juga seorang gadis yang periang, dan supel. Mereka be…
Berkisah tentang sepasang suami istri yang bernama Pak Tohari dan Ibu Sani tinggal di sebuah desa yang dinamakan Desa Sebedang. Sudah hampir dua puluh tahun berumah tangga, mereka belum dikaruniai anak. Suatu hari suami istri tersebut pergi mencari kayu bakar di hutan, mereka menemukan bayi di tengah hutan, yang kemudian dinamakan Zamil. Saat usia Zamil mendekati dua tahun, istrinya Pak Tohari …