Buku puisi Rembulan Biru Pastel mengajak pembaca merenungkan perasaan dan pengalaman melalui simbolisme warna biru pastel, yang menggambarkan harapan, kesunyian, dan perenungan
Buku ini menceritakan pengalaman Nino dan ayahnya saat pulang sekolah, menyoroti berbagai hal menarik yang bisa diperhatikan di sekitar. Cerita ini mengajak pembaca anak-anak untuk melihat kegiatan sehari-hari dengan rasa ingin tahu, menjadikan pengalaman pulang sekolah seru dan tidak membosankan, sekaligus menumbuhkan minat pada observasi lingkungan sekitar.
Buku ini menceritakan pengalaman Yovella yang menghadapi tantangan saat berkenalan dan bekerja sama dengan teman barunya, Colin dan Marselin, dalam sebuah lomba. Cerita ini mengangkat tema persahabatan, kerja sama, dan keberanian menghadapi perbedaan. Pembaca diajak untuk merenungkan cara berinteraksi dengan teman baru serta belajar menyelesaikan konflik sosial secara positif, sambil mengikuti โฆ
Buku ini menceritakan Harsa yang ingin mengenakan pakaian adat berbeda di sekolah dan mencari referensi melalui aplikasi Nusantara di Tanganmu, mengangkat tema kreativitas, keunikan budaya, dan penggunaan teknologi untuk belajar.
Buku ini menceritakan petualangan dua peneliti Eropa, Wallace dan Weber, yang meneliti penyebaran hewan di Nusantara, menghasilkan penemuan Garis Wallace dan Garis Weber, serta mengajak pembaca memahami keanekaragaman hayati di wilayah tropis.
Buku ini menceritakan pengalaman Syamil bertemu Pak Nu, seorang manusia dengan kebiasaan unik yang memanfaatkan bunga melati, kupu-kupu, dan kicauan burung enggang, mengangkat tema kepercayaan, keajaiban alam, dan interaksi manusia dengan lingkungan sekitar.
Buku ini menceritakan Salsa, seorang calon penyair cilik, yang bertekad mewujudkan mimpinya mengikuti lomba puisi di tingkat kecamatan. Cerita menyoroti semangat, kesalahan penilaian, dan pembelajaran dari pengalaman, termasuk ketika ia belajar dari penyair idolanya yang ternyata adalah teman sekelasnya, Darto.
Buku ini menceritakan Raka yang mencoba mengungkap pencuri yang masuk ke rumah walet milik Amang Yoyok. Cerita ini mengajak pembaca belajar menganalisis peristiwa yang membingungkan, mengasah kemampuan observasi, logika, dan pemecahan masalah, sambil mengikuti petualangan Raka dalam mencari jawaban atas misteri yang dihadapinya.
Buku ini menceritakan petualangan Pelung, seekor ayam jantan, yang berkelana keluar kampung untuk mencari ayam lain yang jago berkokok, mengangkat tema keberanian, persaingan, dan kegigihan.
Buku ini menceritakan Lindung, seorang anak yang berbakat memainkan alat musik gordang sambilan seperti ayahnya, menghadapi larangan ayahnya, sekaligus memperkenalkan budaya Mandailing dan tradisi musiknya.
Buku ini menceritakan kisah kancing baju yang lepas dan tersesat di tempat asing. Kancing itu merasa kesepian dan berharap ditemukan kembali. Cerita ini mengajak pembaca memahami pentingnya perhatian terhadap hal-hal kecil di sekitar kita sambil mengikuti petualangan kancing yang lucu dan menggemaskan.
Buku ini mengisahkan petualangan dua sahabat dalam menjelajahi dunia suku Dayak, menyingkap misteri di balik patung-patung kuno, dan menghadapi berbagai tantangan seru. Dikemas dalam 14 bab, cerita ini mengajarkan nilai persahabatan, kerjasama, dan penghargaan terhadap keragaman budaya Indonesia, sekaligus mengajak pembaca jenjang SMP untuk menikmati pengalaman penuh misteri dan pembelajaran buโฆ
Buku ini menceritakan Riana, Rinjani, dan Arga yang berusaha menerjemahkan surat wasiat Pekak Taro yang ditulis dengan huruf Bali, mengungkap rahasia tersembunyi, dan menemukan peninggalannya, mengangkat tema petualangan, misteri, dan kerjasama.
Buku ini menceritakan kisah Arum dan Ayash yang saling menyukai namun terjebak dalam friendzone, menghadapi dilema antara hubungan pribadi dan prioritas pendidikan serta karier, mengangkat tema percintaan remaja, pengambilan keputusan, dan pertumbuhan pribadi
Buku ini menceritakan tentang Nala yang berusaha menemui Runa untuk menyampaikan hal penting. Pertemuan hanya bisa dilakukan di tempat kursus, dan Nala harus menemukan jadwal Runa sebelum waktu yang ditentukan. Kisah ini mengangkat tema ketepatan waktu, perencanaan, dan usaha untuk mencapai tujuan meski menghadapi batasan waktu.
Buku ini bercerita tentang Ima yang menantikan kelahiran adik barunya dengan penuh rasa penasaran, harapan, dan kebahagiaan. Melalui ilustrasi sederhana dan cerita hangat, anak-anak diajak memahami makna kehadiran adik serta cara menunjukkan kasih sayang dalam keluarga.
Buku ini menceritakan perjalanan anak-anak di Tambasa yang memiliki mimpi besar setinggi bintang, meski hidup dalam keterbatasan. Dengan semangat belajar, persahabatan, dan harapan, mereka berusaha meraih cita-cita sambil tetap menjaga kearifan lokal dan keindahan alam sekitar mereka.
Buku ini menceritakan Meong Palo yang berusaha melarikan diri dari Mello, tetapi akhirnya menyadari bahwa penilaiannya terhadap Mello keliru. Cerita mengangkat tema kebebasan, kepercayaan, dan kesalahpahaman.
Buku ini menceritakan petualangan lima sahabat di dataran tinggi Tanoh Gayo yang tetap semangat bersekolah meski menghadapi berbagai masalah. Cerita mengangkat tema persahabatan, kebahagiaan masa kecil, dan pengalaman hidup, sambil mengajak pembaca merasakan kehidupan di sekitar Danau Lut Tawar dan membangkitkan imajinasi serta rasa petualangan.
Buku Liburan Bersama Kambing berisi 21 puisi yang saling berhubungan, menceritakan pengalaman seorang anak menggembalakan dua ekor kambing di pinggir sungai selama liburan sekolah. Cerita puisi ini menghadirkan momen menyenangkan, mengharukan, dan tak terduga, serta menutup dengan pengalaman paling berkesan yang dibagikan anak tersebut kepada teman-temannya saat hari pertama sekolah.