Cerita ini mengisahkan Domas yang menjadi pemimpin bijaksana di Waysekampung. Dengan ilmu dan kebijakannya, ia menuntun masyarakat menuju kehidupan yang makmur, tetap hidup sederhana, dan selalu membantu sesama.
Buku ini bercerita tentang Bimo yang suka menggambar, dan ingin pintar menggambar seperti kakaknya. Kakaknya seorang difabel di kursi roda. Karena prestasi menggambarnya, maka Kak Nina menjadi anak yang percaya diri. Bimo senang sekali Kak Nina akan mengajarinya menggambar. Namun, sayangnya Bimo tidak sabar. Bimo menumpahkan cat ke baju Kak Nina. Bimo juga menggambar dengan kapur di gambar Kak โฆ