Cerita Tangka Si Musang Merah mengisahkan musang cerdik yang menghadapi berbagai tantangan di hutan, mengajarkan nilai kejujuran, persahabatan, dan tanggung jawab.
Buku “Rahman dan Rabab” memuat tiga cerita rakyat dari Sumatra Barat yang berjudul Rahman dan Rabab, Kacamata untuk Nenek, dan Wasiat Ama. Melalui kisah-kisah ini, pembaca diajak mengenal nilai-nilai budaya dan karakter bangsa Indonesia dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Buku legenda Danau Kembar menceritakan asal-usul dua danau di Sumatera Barat melalui kisah pertempuran antara seorang kakek perkasa bernama Inyik Gadang Bahan dan seekor naga jahat. Pertarungan sengit ini akhirnya dimenangkan Inyik Gadang Bahan, dan di lokasi di mana tubuh naga kesakitan dan berdarah, muncullah dua danau yang kini dikenal sebagai Danau Kembar (Danau Atas dan Danau Bawah).
Buku cerita yang sekarang berada di tangan Anda ini merupakan cerita rakyat yang berasal dari sayembara penulisan cerita rakyat sebagai bahan literasi yang diadakan Balai Bahasa Sumatra Barat dari bulan Januari-April 2017, yang berjudul Si Bujang Lenguang. Di dalam buku ini terdapat tiga cerita dari penulis berbeda. Ketiga cerita itu yaitu Si Bujang Lenguang, Kisah Tiga Saudara, dan Petualangan…
Apakah kalian punya kolam di rumah?Bagaimana jika kalian memelihara ikan di kolam,jumlah ikannya makin hari makin berkurang?Kalian tentu panik, bukan? Tentu banyak pertanyaanyang muncul di dalam pikiran.Ke mana ikannya menghilang?Kalian tentu menduga-duga, apakah mati?Apakah dimakan kucing? Ataukah, dimakan burung?Temukan jawabannya di buku ini!
Buku puisi Rembulan Biru Pastel mengajak pembaca merenungkan perasaan dan pengalaman melalui simbolisme warna biru pastel, yang menggambarkan harapan, kesunyian, dan perenungan
Buku ini menceritakan Riana, Rinjani, dan Arga yang berusaha menerjemahkan surat wasiat Pekak Taro yang ditulis dengan huruf Bali, mengungkap rahasia tersembunyi, dan menemukan peninggalannya, mengangkat tema petualangan, misteri, dan kerjasama.
Buku Liburan Bersama Kambing berisi 21 puisi yang saling berhubungan, menceritakan pengalaman seorang anak menggembalakan dua ekor kambing di pinggir sungai selama liburan sekolah. Cerita puisi ini menghadirkan momen menyenangkan, mengharukan, dan tak terduga, serta menutup dengan pengalaman paling berkesan yang dibagikan anak tersebut kepada teman-temannya saat hari pertama sekolah.
Buku ini memuat rangkaian cerita perjuangan anak Dusun Lamuk dalam menghadapai tantangan kehidupan yang terbagi dalam tujuh episode. Diharapkan buku ini menjadi pemantik dan sekaligus penyulut api kreatif pembaca, terutama anak-anak, remaja, dan generasi muda.
Tak ada yang lebih mengharukan (bagi kami para juri ketika bertugas menilai mereka), selain menatap pandangan mata anak-anak yang cerdas itu, dan dalam usia sangat-sangat muda telah meraih prestasi menjulang tinggi. Menulis karya sastra lewat lomba menulis cerita, hanyalah sarana. Tapi di balik semua itu, hal paling penting adalah proses bagaimana karya sastra (membaca dan menulis) turut memben…