Aku sangat suka membaca dan menulis. Dengan ditemani sebuah buku, aku akan mengurung diri di kamar seharian. Papa tidak menyukai kegemaranku tersebut. Papa lebih suka jika aku seperti anak laki-laki lainnya, yaitu bermain di lapangan berpanas-panasan, bersepeda, bermain bola, atau melakukan olahraga lainnya. Suatu ketika, ada kejadian yang membuat Papa berubah. Dia tidak pernah lagi melarangku.…
Lodi senang sekali menyimpan uangnya. Dia selalu menyisihkan uang jajannya. Uang hasil mencabuti uban ibu dan memijat ayah juga disimpannya. Bahkan, Lodi masih menyimpan sisa uang lebaran tahun lalu. Lodi menyimpan uangnya di dalam bukunya yang sangat berharga. Sekarang uang Lodi sudah banyak. Hem, sebaiknya dibelikan buat apa, ya?
Buku ini bercerita tentang Momo. Momo adalah siamang penakut. Ia tidak pernah mau berayun. Dulu, Momo pernah hamper terjatuh. Ia takut akan terulang lagi. Namun, seekor anak burung jatuh dari sarangnya. Momo sangat ingin menolonya. Ya, ampun, bagaimana caranya? Haruskah ia memberanikan diri berayun lagi?
Cemong lapar. Perutnya sudah berkeriuk sejak tadi. Sepanjang siang ia hanya menemukan sepotong kecil kepala ikan. Tidak mengenyangkan, tapi cukup mengganjal perutnya yang semakin kempis. Ke mana sekarang? penasaran dengan kisah selanjutnya! Selamat membaca.
Pernahkah kalian memainkan perahu daun? Bertahun-tahun lalu, perahu daun pernah menjadi mainan yang paling seru. Di Jawa Barat, tidak ada anak yang tidak menyukai perahu daun. Dengan selembar daun, permainan asyik pun bisa diciptakan. Daun ditekuk menjadi tiga bagian, kemudian ujung yang satu ditusukkan ke ujung yang lain. Jadilah, sebuah perahu daun. Setelah itu, perahu daun dihanyutkan di sal…