Ikbal lahir di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Dia memiliki rambut gimbal. Warga Dieng percaya jika anak berambut gimbal adalah titisan Kiai Kolo Dete, kakek moyang warga Dieng. Karena itulah, harus diadakan upacara pemotongan rambut gimbal atau ruwatan. Sebelum upacara ruwatan, anak berambut gimbal diperbolehkan mengajukan permintaan.
Sore itu, Bapak akan menjaga Mama di rumah sakit. Bapak memberikan uang kepada Lani seratus ribu rupiah untuk 2 hari. Uang dari Bapak tidak boleh habis karena akan digunakan untuk membeli obat Mama. Padahal, dia tinggal bersama Martin, adik laki-lakinya di honae. Apakah Lani Bisa? Besoknya, ada acara bakar batu. Apakah Lani harus membelanjakan uang dari Bapak untuk menyumbang makanan? Bagaimana…
Novel ini mengisahkan perjuangan Timur, seorang anak Papua yang bertekad melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP meskipun menghadapi berbagai rintangan. Kisah inspiratif ini menumbuhkan semangat belajar dan mengajarkan arti pantang menyerah dalam meraih cita-cita.
Dinda berkunjung ke rumah Kak Ayu, sepupunya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kakak Kak Ayu akan menikah. Wah. Semua orang terlihat sibuk. Rupanya Kak Ayu pun sedang sibuk membantu memasak sayur ares. Hmm... Sayur ares itu apa ya? Yuk kita cari tahu!