Buku berjudul Waktunya Tidur, Diterbitkan oleh penerbit The Asia Foundation, Ditulis oleh - dan masuk pada kategori Pustaka Anak.
Wola, pembuat kue, sibuk menyiapkan tiga pesanan di bulan Agustus. Karena salah lihat tanggal, ia membuat kue terlalu cepat. Kesalahan itu justru membawa keberuntungan, membuatnya belajar pentingnya ketelitian dan catatan yang rapi.
Cerita “Temukan Aku” mengikuti seorang anak yang bangun kesiangan dan tergesa-gesa bersiap untuk ikut pawai. Ia mencari barang-barangnya, lalu berangkat bersama teman-temannya menuju alun-alun. Dalam keramaian pawai yang penuh warna, pembaca diajak menebak dan menemukan sang tokoh di antara banyak peserta.
Cerita ini tentang Segi Lima yang awalnya pemalu dan lebih suka bermain sendiri. Namun, setelah bertemu Lingkaran, Segitiga, dan Segi Empat, ia mulai ikut bermain dan menggambar bersama. Akhirnya, Segi Lima belajar bahwa berani berkenalan bisa membuatnya punya teman baru.
Cerita ini mengisahkan Cila yang sibuk bermain hingga menahan pipis terlalu lama. Karena ragu dan takut ayamnya datang lagi, ia terlambat ke kamar mandi dan mengompol. Namun Cila tidak panik; ia membersihkan diri dan belajar pentingnya pergi ke toilet tepat waktu.
Jiro si jerapah suka melukis dan menawarkan hewan-hewan lain untuk menjadi modelnya. Namun, hasil lukisannya membuat para hewan heran dan tertawa karena berbeda dari yang mereka bayangkan. Cerita ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki cara pandang dan keindahan yang unik.
Kakak dan adik berlomba menuju rumah Bibi dengan mengikuti peta buatan masing-masing. Dalam perjalanan, mereka menghadapi berbagai rintangan dan kejutan. Cerita ini mengajarkan pentingnya kerja sama, ketelitian, dan menikmati proses, bukan hanya siapa yang lebih cepat sampai.
Ayah sering lupa hari, dan Yos ingin membantu. Dengan memperhatikan kegiatan setiap hari, Yos belajar mengenali hari dalam seminggu melalui rutinitas keluarga. Cerita ini mengajarkan anak pentingnya memahami waktu dan kebiasaan sehari-hari secara menyenangkan.
Seorang anak penasaran mengapa beberapa bagian tubuh berjumlah dua, sedangkan hidung hanya satu. Melalui pengamatan sederhana dan rasa ingin tahu yang tinggi, cerita ini membantu anak memahami tubuh manusia dengan cara lucu dan mudah dipahami.
Buku Bagaimana Rasanya mengajak anak-anak mengenal dan memahami berbagai perasaan manusia seperti senang, sedih, marah, dan takut melalui situasi sehari-hari. Dengan bahasa sederhana dan ilustrasi hangat, cerita ini membantu anak belajar mengekspresikan emosi serta menumbuhkan empati terhadap diri sendiri dan orang lain.
Buku Bermain Pasir menceritakan keceriaan anak-anak saat bermain dan berkreasi dengan pasir. Melalui kegiatan sederhana ini, pembaca diajak memahami makna kebersamaan, imajinasi, dan kegembiraan dalam bermain. Cerita ini menumbuhkan kreativitas serta mengajarkan pentingnya menghargai proses dalam setiap permainan.
Buku Apakah Kamu Suka mengajak anak-anak mengenal berbagai hal sederhana di sekitar mereka melalui pertanyaan-pertanyaan penuh rasa ingin tahu. Dengan ilustrasi yang cerah dan bahasa yang ringan, cerita ini menumbuhkan kepekaan, rasa syukur, serta semangat untuk menikmati hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.