Ulan, si mobil ambulans, melaju dengan kencang. Ia harus segera mengantar pasien ke rumah sakit. Namun, ternyata banyak hambatan yang dihadapi Ulan selama perjalanan.
Alim penasaran dengan kehidupan di luar Badui. Alim pun meminta izin Ambu pergi ke Pasar Rangkasbitung. Ambu melarangnya. Kakak Alim, Kang Midi, berjanji akan menjaga Alim. Tentunya dengan satu syarat. Syarat apakah itu? Wah, kekhawatiran Ambu akan terjadi tidak, ya?
Dudu sedih karena sarangnya diinjak Suki. Kira-kira apa yang akan dilakukan Suki?
Mia heran melihat Nenek belum mau makan. Maka, ia merencanakan sesuatu agar Nenek mau makan. Mia membuat lotek, dan mengantarkannya ke rumah Nenek. Sayangnya, di perjalanan Mia kehujanan. Mia tidak ingin bumbu loteknya menjadi encer. Apa yang dilakukannya agar bisa segera tiba di rumah Nenek?
Binar jadi pendiam dan hilang keceriaannya. Semua gara-gara Paman Jo. Memang, siapa Paman Jo itu? Paman Jo adalah saudara Ibu yang menjemput dan menjaga Binar sepulang sekolah ketika Ibu masih bekerja di kantor. Lalu, apa yang sudah dilakukan Paman Jo, ya? Binar ingin sekali mengatakannya pada Ibu. Namun, Paman Jo bilang itu rahasia. Tetapi, kalau Binar tidak mengatakannya, Binar merasa tid…
Banyak kapuk beterbangan di halaman rumah Datuk. Alula kesal karena kapuk-kapuk itu menempel di rambut dan mengenai wajahnya. Dia ingin pohon kapuknya ditebang saja. Namun, setelah Kai mengajak Alula ke rumah Datuk, Alula jadi berubah pikiran. Dia malah berdoa agar pohon kapuk berumur panjang. Kira-kira mengapa bisa begitu, ya?
dan menempel di mana-mana. Flupoza menempel di garpu, sesekali di gagang sapu, terkadang di kertas tisu, kemudian menempel di kerah baju. Lalu, …. Haci! Haci! Mengapa anak itu bersin-bersin? Siapakah itu Flupoza?
Aku ingin sekali berenang dengan paman. Tetapi, sudah 3 hari aku meriang. Ibu membawaku ke sebuah tempat agar aku lekas sehat. Tempat itu adalah gedung yang sangat besar. Menurut teman-temanku di desa, itu gedung yang aneh. Apa yang akan aku temukan di gedung aneh itu, ya?
Hari baru menandakan misi baru bagiku dan Mas Tio. Dibantu kendaraan spesial Mas Tio, kami selalu merasa siap menghadapi apa pun! Duh, tapi misi hari ini tampak berat. Bisakah kami menyelesaikan semuanya?
Pernahkah kamu mengirim pesan kepada temanmu dengan pesawat kertas? Itulah yang dilakukan Danar saat berkenalan dengan Dikta karena ia memiliki rahasia. Apa ya rahasia Danar? Bagaimana jika Dikta tahu rahasia Danar? Yuk, baca kisah Danar dan Dikta dalam cerita Pesawat Kertas Persahabatan.
Mari berkenalan dengan Erik, penyandang tunadaksa dari Kalimantan Timur. Dia suka bermain musik. Suatu hari, Erik mendengar suara sape dan ingin sekali belajar memainkannya. Erik pergi dengan mengayuh kursi rodanya menuju rumah Paman Santuk, tetangga barunya untuk belajar memetik sape. Erik sempat ragu saat Paman mengajaknya tampil memainkan sape di acara festival seni budaya. Tiba-tiba, Er…
Buku ini berisi cerita perjalanan tiga anak petani itu ke sawah. Perjalanan mereka seru karena terhalang oleh pohon pisang, mendapat pisang matang, dan memberi makan monyet denngan pisang. Namun selanjutnya, monyet semakin banyak dan mereka pun harus berlari.
Bolpoin yang kupinjam dari Naya tiba-tiba hilang! Tentu saja Naya marah besar, soalnya itu bolpoin kesayangannya. Aku sudah meminta maaf, tapi Naya tidak mau memaafkan. Tentu saja aku bingung. Aku membuntuti Naya hingga pulang sekolah. Aku merasa bersalah dan masih menunggu maafnya. Aku sudah mengatakan akan menggantinya, tapi Naya terlanjur marah.Di parkiran sekolah aku melihat Naya kebingun…
Dalam rangka Hari Anak Nasional, Bu Nina mengajak Mima dan Teman-Temannya mengunjungi panti asuhan. Mereka boleh menampilkan hiburan apa saja yang mereka suka. Wah, Mima jadi bersemangat untuk ikut ambil bagian.Sayangnya, tidak ada yang cocok dengan Mima. Kira-kira, Mima akan menampilkan apa, ya?Ikuti cerita Mima si anak istimewa, yuk!
Buku ini disusun untuk memberi pengetahuan kepada anak-anak sekolah dasar tentang salah seorang tokoh pahlawan nasional dari Provinsi Riau. Banyak pelajaran penting yang dapat diambil dari tokoh ini, yaitu tentang kisah-kisah kehidupannya di istana, dunia pendidikan, dan semangat perjuangannya. Melalui buku ini anak-anak sekolah dasar dapat belajar tentang sejarah, tradisi, adat-istiadat, dan b…
Rahayu ingin mengembalikan payung Bu Lurah. Di jalan, dia bertemu Nenek Sayur. Nenek Sayur ingin melihat payung itu. Rahayu tidak mau. Rahayu berlari meninggalkan Nenek Sayur.Di belokan, Rahayu bertemu Sinta. Sinta ingin melihat payung itu.Rahayu juga tidak mau. Rahayu jadi bingung.Ada apa dengan payung itu?Sebenarnya payung siapa itu?
Bagi Bia, memakai kursi roda bukanlah sebuah hambatan. Bisa berjalan-jalan,bukan sekadar angan-angan. Yuk, ikuti perjalanan Bia dan Kai menuju Pantai Jimbaran! Apakah mereka bisa sampai tujuan dengan aman?
Puspa sakit hati. Itu karena teman-teman memanggilnya dengan sebutan yang sangat tidak disukainya.Apa yang dilakukan Puspa kemudian? Berhasilkah dia membuat teman-teman memanggil namanya dengan benar?
Odang, Kulut, dan Iting sama-sama bingung!Mengapa tidak? Odang meluncur mundur, Kulut melaju ke depan,sedangkan Iting berlari ke samping.Bagaimana caranya bisa bergerak ke arah yang sama?Alhasil, Odang mendapat ide sehingga ketiganya bisameluncur satu arah ke tempat yang mereka tuju.
Festival Latimojong akan digelar. Itu artinya akan diadakan lomba balap motor bambu. Ranu ingin bisa ikut lomba itu. Sayangnya, Ranu tidak tahu cara membuat motor bambu. Lalu, apa yang dilakukan Ranu agar bisa mengikuti lomba motor bambu?