Cerita “Temukan Aku” mengikuti seorang anak yang bangun kesiangan dan tergesa-gesa bersiap untuk ikut pawai. Ia mencari barang-barangnya, lalu berangkat bersama teman-temannya menuju alun-alun. Dalam keramaian pawai yang penuh warna, pembaca diajak menebak dan menemukan sang tokoh di antara banyak peserta.
Jiro si jerapah suka melukis dan menawarkan hewan-hewan lain untuk menjadi modelnya. Namun, hasil lukisannya membuat para hewan heran dan tertawa karena berbeda dari yang mereka bayangkan. Cerita ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki cara pandang dan keindahan yang unik.
Buku Kupu-Kupu Oma bercerita tentang hubungan hangat antara seorang anak dan neneknya yang gemar merawat taman penuh bunga dan kupu-kupu. Melalui kisah ini, anak-anak diajak memahami arti kasih sayang, kenangan, dan keindahan alam. Cerita yang lembut dan ilustrasi penuh warna menghadirkan suasana nostalgia serta mengajarkan pentingnya menjaga alam dan menghargai waktu bersama orang tercinta.
Buku Keranjang Penuh Kelinci menceritakan kisah hangat tentang seorang anak yang menemukan kegembiraan dan kasih sayang melalui pertemanannya dengan kelinci-kelinci lucu. Setiap kelinci memiliki sifat unik yang mengajarkan tentang empati, tanggung jawab, dan cinta terhadap hewan. Melalui ilustrasi yang lembut dan alur yang menyentuh, cerita ini mengajak pembaca anak-anak untuk belajar menyayang…
Buku Ini Milik Siapa? karya Tantra Rahmadia menceritakan tentang rasa ingin tahu dan kejujuran seorang anak ketika menemukan benda yang bukan miliknya. Melalui kisah sederhana namun bermakna ini, anak-anak diajak untuk belajar bertanggung jawab, menghargai hak milik orang lain, serta menumbuhkan sikap jujur sejak dini. Cerita disampaikan dengan bahasa yang ringan dan ilustrasi yang menarik sehi…
Buku Bagaimana Rasanya mengajak anak-anak mengenal dan memahami berbagai perasaan manusia seperti senang, sedih, marah, dan takut melalui situasi sehari-hari. Dengan bahasa sederhana dan ilustrasi hangat, cerita ini membantu anak belajar mengekspresikan emosi serta menumbuhkan empati terhadap diri sendiri dan orang lain.
Buku ini mengisahkan pengalaman pertama Maria mengikuti tradisi pangkur sagu di Kampung Senegi, Merauke. Melalui kisah gotong royong, persahabatan, dan keceriaan, anak-anak diajak mengenal proses pembuatan sagu serta pentingnya menjaga kebersamaan dalam budaya masyarakat Marind.
Buku ini menceritakan Angga yang harus melakukan sesuatu yang tidak disukainya sehingga membuatnya tidak bahagia, sambil memendam perasaannya hingga suatu titik perubahan. Cerita mengangkat tema perasaan, ketekunan, dan cara menghadapi tantangan pribadi.
Menceritakan tentang tentang liburan Anik ke rumah kakek dan nenek. Selama liburan, Anik menemukan banyak makanan baru di daerah rumah nenek. Nenek mengenalkan berbagai jenis makanan yang ada di sana. Mulai dari membeli makanan khas hingga mencoba membuatnya sendiri. Setelah membaca buku ini, kalian jadi mengetahui beberapa makanan khas daerah. Kalian akan lebih menghargai makanan-makanan tradi…
Setelah melalui petualangan sebelumnya, kira-kira apa yang terjadi dengan Capintah, ya? Bagaimanakah kelanjutan perjalanan Capintah? Temukan jawabannya dalam buku ini. Ada petualangan lain juga yang pantas untuk disimak.
Tak ada yang lebih mengharukan (bagi kami para juri ketika bertugas menilai mereka), selain menatap pandangan mata anak-anak yang cerdas itu, dan dalam usia sangat-sangat muda telah meraih prestasi menjulang tinggi. Menulis karya sastra lewat lomba menulis cerita, hanyalah sarana. Tapi di balik semua itu, hal paling penting adalah proses bagaimana karya sastra (membaca dan menulis) turut memben…
Kutut tiba-tiba saja terlontar ke satu masa, di saat Kasultanan Yogyakarta masih sangat muda. Tahun 1790! Bersama Kakek Menjangan, sosok misterius dari masa lalu, Kutut bertamasya keliling Yogyakarta. Dengan mata kepalanya sendiri, Kutut menyaksikan, juga mengalami, bagaimana kota Yogyakarta pada masa awal berdirinya. Sungguh sebuah perjalanan yang tak akan mudah dilupakan. Melalui cerita berga…