Tomi mencium aroma sedap tiwul di rumah Paman. Sayangnya, rasanya tidak cocok dengan selera Tomi. Tomi berusaha mencari cara agar tiwul yang beraroma sedap, rasanya juga enak. Apakah Tomi akan berhasil?
Didi baru pindah rumah. Dia belum memiliki teman. Bola kesayangannya menjadi teman bermainnya.Ketika bola itu hilang, Didi berusaha mencari. Didi melihat seorang anak sebayanya yang sibuk memperbaiki sepedanya. Dia menyapa anak itu untuk menanyakan bolanya yang hilang. Akantetapi, anak itu diam saja. Ada apa dengan anak itu? Mengapa dia diam saja? Sombongkah dia? Yuk, cari tahu kelanjutan cerit…
Binar jadi pendiam dan hilang keceriaannya. Semua gara-gara Paman Jo. Memang, siapa Paman Jo itu? Paman Jo adalah saudara Ibu yang menjemput dan menjaga Binar sepulang sekolah ketika Ibu masih bekerja di kantor. Lalu, apa yang sudah dilakukan Paman Jo, ya? Binar ingin sekali mengatakannya pada Ibu. Namun, Paman Jo bilang itu rahasia. Tetapi, kalau Binar tidak mengatakannya, Binar merasa tid…
Aku ingin sekali berenang dengan paman. Tetapi, sudah 3 hari aku meriang. Ibu membawaku ke sebuah tempat agar aku lekas sehat. Tempat itu adalah gedung yang sangat besar. Menurut teman-temanku di desa, itu gedung yang aneh. Apa yang akan aku temukan di gedung aneh itu, ya?
Rahayu ingin mengembalikan payung Bu Lurah. Di jalan, dia bertemu Nenek Sayur. Nenek Sayur ingin melihat payung itu. Rahayu tidak mau. Rahayu berlari meninggalkan Nenek Sayur.Di belokan, Rahayu bertemu Sinta. Sinta ingin melihat payung itu.Rahayu juga tidak mau. Rahayu jadi bingung.Ada apa dengan payung itu?Sebenarnya payung siapa itu?
Odang, Kulut, dan Iting sama-sama bingung!Mengapa tidak? Odang meluncur mundur, Kulut melaju ke depan,sedangkan Iting berlari ke samping.Bagaimana caranya bisa bergerak ke arah yang sama?Alhasil, Odang mendapat ide sehingga ketiganya bisameluncur satu arah ke tempat yang mereka tuju.
Ada yang sudah mengenal mata uang Rupiah?Tahukah Adik-Adik, jika di dalam selembar uang kertas terdapat berbagai gambar yang indah?Kali ini kita akan belajar bersama Ara tentang keindahan uang kertas Rp1.000, Rp2.000, dan Rp5.000.Tujuannya agar kita tetap Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah!Yuk, simak kisahnya dalam buku Mengenal Rupiah!
Sebentar lagi Maimun berulang tahun. Ia sudah menyiapkan daftar hadiah. Tapi, kakek malah memberinya pohon timun. Kira-kira, apa, ya, yang dilakukan Maimun pada pohon timun itu?
Hani ikut Samuel, sepupunya, untuk mengambil buah kenari. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Zaki dan Alwi.Mereka mengajak Hani dan Samuel bermain banjo. Katanya, musim kenari berarti ‘waktunya bermain banjo’.Hani penasaran. Bagaimana cara memainkannya?Apakah dia bisa memenangkan permainan tersebut?
Rumah Lawa telah ditempati oleh Tutu. Lawa bermaksud untuk mencari rumah yang baru. Namun, tidak mudah menemukan rumah baru. Lawa harus menghadapi banyak tantangan. Rumah Tutu ternyata juga kebanjiran. Bagaimana mereka bisa menemukan rumah baru?
Sore itu, Bapak akan menjaga Mama di rumah sakit. Bapak memberikan uang kepada Lani seratus ribu rupiah untuk 2 hari. Uang dari Bapak tidak boleh habis karena akan digunakan untuk membeli obat Mama. Padahal, dia tinggal bersama Martin, adik laki-lakinya di honae. Apakah Lani Bisa? Besoknya, ada acara bakar batu. Apakah Lani harus membelanjakan uang dari Bapak untuk menyumbang makanan? Bagaimana…
Moni sangat senang karena panen pisangnya sangat banyak. Pada saat yang sama, Moni juga merasa bingung. Apa yang harus dilakukannya dengan pisang sebanyak itu? Apakah Moni memakan semua pisang itu? Dapatkah Moni menghabiskannya atau Moni membagikan pisang-pisang itu? Yuk, kita baca saja ceritanya, yuk.
Hara sahabat Ugi. Bagi Ugi, Hara adalah anak yang istimewa. Hara istimewa karena mempunyai cara-cara unik melakukan sesuatu. Mendengarkan getaran, membaca gerak bibir, dan berbahasa isyarat. Yang terpenting bagi Ugi, Hara pandai bermain silat. Mereka berencana ikut lomba Silat Sunda Buhun, bulan depan. Tiba-tiba Hara tidak ingin lagi ikut lomba itu. Hara mengambek. Hara tidak mau latihan lagi…
Tidak ada senyum di Kota Banban. Semua penduduknya tampak kelelahan. Padahal, kota mesin itu sangat indah! Kokit ingin mengembalikan senyum penduduk kota. Namun, Doda khawatir keindahan Kota Banban akan hilang. Bagaimana caranya?
Arum dan teman-teman sekelasnya membuat bubur pedas di sekolah. Oleh ibu guru, Arum diberikan dua buah kantong berisi bubur pedas. Satu untuk Arum dan satu lagi untuk Lala sahabat Arum. Lala tidak masuk sekolah karena sakit. Di tengah perjalanan, Arum terjatuh. Tersisa hanya satu kantong bubur pedas. Kira-kira kepada siapa bubur pedas akan Arum berikan?
Dayu dan teman-temannya sedang bermain di taman. Di sana mereka berkenalan dengan Edo dan orang tuanya. Namun, Dayu melihat Edo seperti sedang ketakutan. Padahal, orang tuanya sangat ramah. Bahkan, mereka membagikan permen kepada teman-teman Dayu. Gerak-gerik Edo juga terlihat aneh. Dia seperti sedang memberi kode kepada Dayu. Tunggu, ada apa, ya?
Uang Yayo akan cukup untukmembeli sepatu. Namun, ia dipecat dari pekerjaannya. Ia memang melakukankesalahan. Yayo belum menemukan pekerjaan lagi. Pemilikkebun lain tidak mau mempekerjakannya. Yayo harusmencari akal. Berhasilkah ia mendapat uang untukmembeli sepatu?
Cerita ini mengisahkan Cila yang sibuk bermain hingga menahan pipis terlalu lama. Karena ragu dan takut ayamnya datang lagi, ia terlambat ke kamar mandi dan mengompol. Namun Cila tidak panik; ia membersihkan diri dan belajar pentingnya pergi ke toilet tepat waktu.
Seorang anak penasaran mengapa beberapa bagian tubuh berjumlah dua, sedangkan hidung hanya satu. Melalui pengamatan sederhana dan rasa ingin tahu yang tinggi, cerita ini membantu anak memahami tubuh manusia dengan cara lucu dan mudah dipahami.
Buku Copot Dulu karya Saptorini menceritakan pengalaman seorang anak yang belajar tentang kemandirian dan keberanian saat menghadapi situasi yang menegangkan. Dengan gaya bercerita yang hangat dan ilustrasi yang menarik, buku ini mengajarkan nilai kesabaran serta pentingnya mengikuti arahan orang dewasa dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak.