Si Burung Bidadari yang merupakan cerita rakyat Fakfak, Papua ini bersumber dari sebuah cerita yang ditulis oleh Bapak Samsuni. Cerita diperkaya setelah mendapat beberapa informasi dari Pak Orgenes, seorang penjaga hutan di Pegunungan Saporkren, di Pulau Waigeo, Papua Barat. Naskah ini ditulis kembali dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan cerita Papua yang merupakan warisan budaya nenek …
Ada lomba boling kelompok di sekolah. Ali dan Ivan kebetulan satu kelompok. Namun, Ali pesimis akan menang. Mengapa begitu? Sementara itu, Ivan sangat bersemangat. Ayo, kita saksikan bagaimana mereka bekerja sama!
Mony berasal dari Negeri Morella. Saat hari raya, Moni ditugaskan Raja untuk mengadakan tradisi Tun Teha Usai bersama teman-temannya. Sambil bernyanyi berkeliling kampung, mereka harus mengumpulkan bumbu dapur. Bumbu dapur itu akan digunakan untuk memasak daging di rumah raja. Akankah Moni dan teman-temannya berhasil mengumpulkan bumbu-bumbu itu?
Ulan, si mobil ambulans, melaju dengan kencang. Ia harus segera mengantar pasien ke rumah sakit. Namun, ternyata banyak hambatan yang dihadapi Ulan selama perjalanan.
Aku ingin sekali berenang dengan paman. Tetapi, sudah 3 hari aku meriang. Ibu membawaku ke sebuah tempat agar aku lekas sehat. Tempat itu adalah gedung yang sangat besar. Menurut teman-temanku di desa, itu gedung yang aneh. Apa yang akan aku temukan di gedung aneh itu, ya?
Buku ini berisi cerita perjalanan tiga anak petani itu ke sawah. Perjalanan mereka seru karena terhalang oleh pohon pisang, mendapat pisang matang, dan memberi makan monyet denngan pisang. Namun selanjutnya, monyet semakin banyak dan mereka pun harus berlari.
Buku ini bercerita tentang Ibal dan Arul. Ibal memunyai teman yang istimewa. Teman Ibal tersebut adalah Arul. Arul adalah penyandang sindrom Down. Arul tidak mampu berbicara seperti kalian. Arul berbicara melalui gerakan dan simbol saja. Namun, Arul sangat suka dengan merpati. Ibal dan Arul selalu bersama mengejar merpati di gang rumah mereka. Ibal dan Arul tidak pernah berhasil menangkap merpa…
Sebentar lagi Maimun berulang tahun. Ia sudah menyiapkan daftar hadiah. Tapi, kakek malah memberinya pohon timun. Kira-kira, apa, ya, yang dilakukan Maimun pada pohon timun itu?
Rumah Lawa telah ditempati oleh Tutu. Lawa bermaksud untuk mencari rumah yang baru. Namun, tidak mudah menemukan rumah baru. Lawa harus menghadapi banyak tantangan. Rumah Tutu ternyata juga kebanjiran. Bagaimana mereka bisa menemukan rumah baru?
Sore itu, Bapak akan menjaga Mama di rumah sakit. Bapak memberikan uang kepada Lani seratus ribu rupiah untuk 2 hari. Uang dari Bapak tidak boleh habis karena akan digunakan untuk membeli obat Mama. Padahal, dia tinggal bersama Martin, adik laki-lakinya di honae. Apakah Lani Bisa? Besoknya, ada acara bakar batu. Apakah Lani harus membelanjakan uang dari Bapak untuk menyumbang makanan? Bagaimana…
Apakah kalian punya kolam di rumah?Bagaimana jika kalian memelihara ikan di kolam,jumlah ikannya makin hari makin berkurang?Kalian tentu panik, bukan? Tentu banyak pertanyaanyang muncul di dalam pikiran.Ke mana ikannya menghilang?Kalian tentu menduga-duga, apakah mati?Apakah dimakan kucing? Ataukah, dimakan burung?Temukan jawabannya di buku ini!
Komik Rampai menyajikan kisah seru dan kocak tentang Yami, Sinta, Rio, dan Aji yang penuh akal dan aktif dalam keseharian mereka. Dengan jurus-jurus unik, mereka berusaha tampil keren, bugar, sekaligus menghibur pembaca.
Buku ini menceritakan Raka yang mencoba mengungkap pencuri yang masuk ke rumah walet milik Amang Yoyok. Cerita ini mengajak pembaca belajar menganalisis peristiwa yang membingungkan, mengasah kemampuan observasi, logika, dan pemecahan masalah, sambil mengikuti petualangan Raka dalam mencari jawaban atas misteri yang dihadapinya.
Buku ini menceritakan Riana, Rinjani, dan Arga yang berusaha menerjemahkan surat wasiat Pekak Taro yang ditulis dengan huruf Bali, mengungkap rahasia tersembunyi, dan menemukan peninggalannya, mengangkat tema petualangan, misteri, dan kerjasama.
Buku ini menyajikan kumpulan fabel dari Jawa Barat yang sumbernya diambil dari ingatan penulis ketika didongengi saat kecil. Selain itu, kumpulan fabel ini juga bersumber dari majalah berbahasa Sunda, Mangle, tahun 1950-an. Dalam versi saduran, cerita diungkapkan kembali dalam bentuk sederhana dengan bahasa yang sederhana pula.
Cerita rakyat ini berasal dari Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, sehingga dialek yang digunakan di dalamnya menggunakan dialek Melayu Karimun. Nuansa tempat yang digunakan juga berlatar suasana di Kabupaten Karimun pada zaman dahulu.
Maria Fatima Bupu atau biasa disapa Nona Bupu adalah seorang anak yang tinggal di lereng Gunung Inerie. Karena kampungnya dilalui jalur pendakian, Nona Bupu acap kali memandu wisatawan untuk mendaki gunung tertinggi di Flores itu. Ia juga kerap mengantar wisatawan untuk menyaksikan sejumlah upacara adat, memperkenalkan kuliner khas, dan mengunjungi tempat wisata di daerahnya. Bagaimana jejak No…