Cerita rakyat berjudul Banterang Surati adalah cerita rakyat tradisional dari Banyuwangi Jawa Timur. Hal yang menarik dalam cerita rakyat ini adalah memperlihatkan bagaimana struktur sosial masyarakat Banyuwangi yang dapat dilihat seperti bagaimana kerukunan dalam antarumat beragama, menghormati musuh, serta sikap kepahlawanan.
Buku ini saya tulis sebagai upaya untuk memperkenalkan salah satu keunikan tradisi Jawa dalam memperingati hari kelahiran seseorang lewat bancakan yang umumnya terdiri atas nasi, sayuran hijau diberi parutan kelapa berbumbu, dan lauk pauk lainnya yang sederhana. Pada acara bancakan itu dibagikan nasi bancakan kepada anak-anak kecil teman bermain anak yang memperingati hari kelahirannya.
Alif anak kampung nelayan mengisahkan keinginan seorang anak kecil yang ingin mengunjungi kota. Setelah bujuk rayunya, akhirnya Alif diperbolehkan untuk mengikuti ayahnya pergi ke kota. Perjalanan Alif ke kota dipenuhi dengan rasa kagum ketika melihat gedung-gedung yang tinggi dan orang-orang yang memakai pakaian berdasi. Di sisi lain, rasa kagum itu berubah ketika melihat banyak pengemis di pi…
Tetapi, Owen kucing Doni.Doni kenal Owen.Doni tahu alasan Owen menyentuh.Owen ternyata lapar.Izin menyentuhmu ya, Owen!
Nila mengira semua jual beliseperti di Pasar Wulandoni.Barang bisa dibarter dengan barang.Nila mengumpulkan barang-barang selamasepekan. Dia ingin menukarnya dengan tasimpian yang dijual di sebuah toko.Apakah Nila berhasil menukar barang-barangnya dengan tas yang dia inginkan?
Ada lomba boling kelompok di sekolah. Ali dan Ivan kebetulan satu kelompok. Namun, Ali pesimis akan menang. Mengapa begitu? Sementara itu, Ivan sangat bersemangat. Ayo, kita saksikan bagaimana mereka bekerja sama!
Di TK Mengaum Harimau melihat Macan berbagi uang. Ternyata Harimau juga kebagian. Ia merasa senang. Harimau ingin membeli jajan. Namun, mengapa tidak ada pedagang yang mau menerima uangnya? Sebenarnya uang apa ini?
Tomi mencium aroma sedap tiwul di rumah Paman. Sayangnya, rasanya tidak cocok dengan selera Tomi. Tomi berusaha mencari cara agar tiwul yang beraroma sedap, rasanya juga enak. Apakah Tomi akan berhasil?
Didi baru pindah rumah. Dia belum memiliki teman. Bola kesayangannya menjadi teman bermainnya.Ketika bola itu hilang, Didi berusaha mencari. Didi melihat seorang anak sebayanya yang sibuk memperbaiki sepedanya. Dia menyapa anak itu untuk menanyakan bolanya yang hilang. Akantetapi, anak itu diam saja. Ada apa dengan anak itu? Mengapa dia diam saja? Sombongkah dia? Yuk, cari tahu kelanjutan cerit…
Ulan, si mobil ambulans, melaju dengan kencang. Ia harus segera mengantar pasien ke rumah sakit. Namun, ternyata banyak hambatan yang dihadapi Ulan selama perjalanan.
Binar jadi pendiam dan hilang keceriaannya. Semua gara-gara Paman Jo. Memang, siapa Paman Jo itu? Paman Jo adalah saudara Ibu yang menjemput dan menjaga Binar sepulang sekolah ketika Ibu masih bekerja di kantor. Lalu, apa yang sudah dilakukan Paman Jo, ya? Binar ingin sekali mengatakannya pada Ibu. Namun, Paman Jo bilang itu rahasia. Tetapi, kalau Binar tidak mengatakannya, Binar merasa tid…
Buku ini berisi cerita perjalanan tiga anak petani itu ke sawah. Perjalanan mereka seru karena terhalang oleh pohon pisang, mendapat pisang matang, dan memberi makan monyet denngan pisang. Namun selanjutnya, monyet semakin banyak dan mereka pun harus berlari.
Rahayu ingin mengembalikan payung Bu Lurah. Di jalan, dia bertemu Nenek Sayur. Nenek Sayur ingin melihat payung itu. Rahayu tidak mau. Rahayu berlari meninggalkan Nenek Sayur.Di belokan, Rahayu bertemu Sinta. Sinta ingin melihat payung itu.Rahayu juga tidak mau. Rahayu jadi bingung.Ada apa dengan payung itu?Sebenarnya payung siapa itu?
Bagi Bia, memakai kursi roda bukanlah sebuah hambatan. Bisa berjalan-jalan,bukan sekadar angan-angan. Yuk, ikuti perjalanan Bia dan Kai menuju Pantai Jimbaran! Apakah mereka bisa sampai tujuan dengan aman?
Odang, Kulut, dan Iting sama-sama bingung!Mengapa tidak? Odang meluncur mundur, Kulut melaju ke depan,sedangkan Iting berlari ke samping.Bagaimana caranya bisa bergerak ke arah yang sama?Alhasil, Odang mendapat ide sehingga ketiganya bisameluncur satu arah ke tempat yang mereka tuju.
Pada malam bulan purnama, Alma sedih. Ayah harus pergi dinas. Ayah baru akan pulang empat minggu lagi.Aduh, empat minggu itu berapa lama? Lalu, apa yang harus Alma lakukan sambil menunggu Ayah kembali?
Ada yang sudah mengenal mata uang Rupiah?Tahukah Adik-Adik, jika di dalam selembar uang kertas terdapat berbagai gambar yang indah?Kali ini kita akan belajar bersama Ara tentang keindahan uang kertas Rp1.000, Rp2.000, dan Rp5.000.Tujuannya agar kita tetap Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah!Yuk, simak kisahnya dalam buku Mengenal Rupiah!
Cimpul dan Kimpul mendapat oleh-oleh sekantung benih. Benih itu mereka tanam hingga berbuah kacang panjang yang sangat panjang. Namun, Cimpul dan Kimpul tidak dapat bersepakat mengenai kacang panjang siapa yang lebih panjang. Bagaimana, ya, cara Cimpul dan Kimpul menyelesaikan perdebatan mereka?
Hani ikut Samuel, sepupunya, untuk mengambil buah kenari. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Zaki dan Alwi.Mereka mengajak Hani dan Samuel bermain banjo. Katanya, musim kenari berarti ‘waktunya bermain banjo’.Hani penasaran. Bagaimana cara memainkannya?Apakah dia bisa memenangkan permainan tersebut?
Rumah Lawa telah ditempati oleh Tutu. Lawa bermaksud untuk mencari rumah yang baru. Namun, tidak mudah menemukan rumah baru. Lawa harus menghadapi banyak tantangan. Rumah Tutu ternyata juga kebanjiran. Bagaimana mereka bisa menemukan rumah baru?