Tomi mencium aroma sedap tiwul di rumah Paman. Sayangnya, rasanya tidak cocok dengan selera Tomi. Tomi berusaha mencari cara agar tiwul yang beraroma sedap, rasanya juga enak. Apakah Tomi akan berhasil?
Didi baru pindah rumah. Dia belum memiliki teman. Bola kesayangannya menjadi teman bermainnya.Ketika bola itu hilang, Didi berusaha mencari. Didi melihat seorang anak sebayanya yang sibuk memperbaiki sepedanya. Dia menyapa anak itu untuk menanyakan bolanya yang hilang. Akantetapi, anak itu diam saja. Ada apa dengan anak itu? Mengapa dia diam saja? Sombongkah dia? Yuk, cari tahu kelanjutan cerit…
Binar jadi pendiam dan hilang keceriaannya. Semua gara-gara Paman Jo. Memang, siapa Paman Jo itu? Paman Jo adalah saudara Ibu yang menjemput dan menjaga Binar sepulang sekolah ketika Ibu masih bekerja di kantor. Lalu, apa yang sudah dilakukan Paman Jo, ya? Binar ingin sekali mengatakannya pada Ibu. Namun, Paman Jo bilang itu rahasia. Tetapi, kalau Binar tidak mengatakannya, Binar merasa tid…
Mari berkenalan dengan Erik, penyandang tunadaksa dari Kalimantan Timur. Dia suka bermain musik. Suatu hari, Erik mendengar suara sape dan ingin sekali belajar memainkannya. Erik pergi dengan mengayuh kursi rodanya menuju rumah Paman Santuk, tetangga barunya untuk belajar memetik sape. Erik sempat ragu saat Paman mengajaknya tampil memainkan sape di acara festival seni budaya. Tiba-tiba, Er…
Dalam rangka Hari Anak Nasional, Bu Nina mengajak Mima dan Teman-Temannya mengunjungi panti asuhan. Mereka boleh menampilkan hiburan apa saja yang mereka suka. Wah, Mima jadi bersemangat untuk ikut ambil bagian.Sayangnya, tidak ada yang cocok dengan Mima. Kira-kira, Mima akan menampilkan apa, ya?Ikuti cerita Mima si anak istimewa, yuk!
Rahayu ingin mengembalikan payung Bu Lurah. Di jalan, dia bertemu Nenek Sayur. Nenek Sayur ingin melihat payung itu. Rahayu tidak mau. Rahayu berlari meninggalkan Nenek Sayur.Di belokan, Rahayu bertemu Sinta. Sinta ingin melihat payung itu.Rahayu juga tidak mau. Rahayu jadi bingung.Ada apa dengan payung itu?Sebenarnya payung siapa itu?
Odang, Kulut, dan Iting sama-sama bingung!Mengapa tidak? Odang meluncur mundur, Kulut melaju ke depan,sedangkan Iting berlari ke samping.Bagaimana caranya bisa bergerak ke arah yang sama?Alhasil, Odang mendapat ide sehingga ketiganya bisameluncur satu arah ke tempat yang mereka tuju.
Aku tidak sabar mengikuti lomba mewarnai. Aku ingin namaku disebut saat pengumuman pemenang. Tentu saja, itu semua tidaklah mudah. Apalagi jika aku tidak sengaja membawa krayon yang salah. Celaka! Bisa-bisa warnanya tertukar! Apakah aku akan berhasil membawa pulang piala?
Reu harus membacakan dongeng di depan kelas minggu depan. Sayangnya dia pemalu. Suaranya terdengar pelan saat dia malu.Dia harus mencari bunga bitanggur agar suaranya lantang.Padahal, bunga ini ada di Pulau Pam Besar.Reu harus menggunakan kapal untuk sampai di sana.Apakah Reu berhasil menemukan bunga bitanggur?
Hani ikut Samuel, sepupunya, untuk mengambil buah kenari. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Zaki dan Alwi.Mereka mengajak Hani dan Samuel bermain banjo. Katanya, musim kenari berarti ‘waktunya bermain banjo’.Hani penasaran. Bagaimana cara memainkannya?Apakah dia bisa memenangkan permainan tersebut?
Rumah Lawa telah ditempati oleh Tutu. Lawa bermaksud untuk mencari rumah yang baru. Namun, tidak mudah menemukan rumah baru. Lawa harus menghadapi banyak tantangan. Rumah Tutu ternyata juga kebanjiran. Bagaimana mereka bisa menemukan rumah baru?
Moni sangat senang karena panen pisangnya sangat banyak. Pada saat yang sama, Moni juga merasa bingung. Apa yang harus dilakukannya dengan pisang sebanyak itu? Apakah Moni memakan semua pisang itu? Dapatkah Moni menghabiskannya atau Moni membagikan pisang-pisang itu? Yuk, kita baca saja ceritanya, yuk.
Tidak ada senyum di Kota Banban. Semua penduduknya tampak kelelahan. Padahal, kota mesin itu sangat indah! Kokit ingin mengembalikan senyum penduduk kota. Namun, Doda khawatir keindahan Kota Banban akan hilang. Bagaimana caranya?
Arum dan teman-teman sekelasnya membuat bubur pedas di sekolah. Oleh ibu guru, Arum diberikan dua buah kantong berisi bubur pedas. Satu untuk Arum dan satu lagi untuk Lala sahabat Arum. Lala tidak masuk sekolah karena sakit. Di tengah perjalanan, Arum terjatuh. Tersisa hanya satu kantong bubur pedas. Kira-kira kepada siapa bubur pedas akan Arum berikan?
Dayu dan teman-temannya sedang bermain di taman. Di sana mereka berkenalan dengan Edo dan orang tuanya. Namun, Dayu melihat Edo seperti sedang ketakutan. Padahal, orang tuanya sangat ramah. Bahkan, mereka membagikan permen kepada teman-teman Dayu. Gerak-gerik Edo juga terlihat aneh. Dia seperti sedang memberi kode kepada Dayu. Tunggu, ada apa, ya?
Uang Yayo akan cukup untukmembeli sepatu. Namun, ia dipecat dari pekerjaannya. Ia memang melakukankesalahan. Yayo belum menemukan pekerjaan lagi. Pemilikkebun lain tidak mau mempekerjakannya. Yayo harusmencari akal. Berhasilkah ia mendapat uang untukmembeli sepatu?
Cerita ini mengisahkan Cila yang sibuk bermain hingga menahan pipis terlalu lama. Karena ragu dan takut ayamnya datang lagi, ia terlambat ke kamar mandi dan mengompol. Namun Cila tidak panik; ia membersihkan diri dan belajar pentingnya pergi ke toilet tepat waktu.
Seorang anak penasaran mengapa beberapa bagian tubuh berjumlah dua, sedangkan hidung hanya satu. Melalui pengamatan sederhana dan rasa ingin tahu yang tinggi, cerita ini membantu anak memahami tubuh manusia dengan cara lucu dan mudah dipahami.
Buku Kupu-Kupu Oma bercerita tentang hubungan hangat antara seorang anak dan neneknya yang gemar merawat taman penuh bunga dan kupu-kupu. Melalui kisah ini, anak-anak diajak memahami arti kasih sayang, kenangan, dan keindahan alam. Cerita yang lembut dan ilustrasi penuh warna menghadirkan suasana nostalgia serta mengajarkan pentingnya menjaga alam dan menghargai waktu bersama orang tercinta.
Buku Copot Dulu karya Saptorini menceritakan pengalaman seorang anak yang belajar tentang kemandirian dan keberanian saat menghadapi situasi yang menegangkan. Dengan gaya bercerita yang hangat dan ilustrasi yang menarik, buku ini mengajarkan nilai kesabaran serta pentingnya mengikuti arahan orang dewasa dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak.