Didi adalah seorang anak penderita autisme. Di sekolah, Didi selalu didampingi oleh seorang guru pendamping khusus. Siang itu,. perjalanan pulang sekolah Didi dan Ibu sangat menyenangkan. Apa saja, ya, yang dilihat Didi? Yuk, simak cerita lengkapnya di buku ini!
Bercerita tentang Gagas dan teman-temannya yang menjelajah di Kampung Naga. Yuk, Ikuti Gagas dan teman-temannya yang mendapat pengalaman baru mempelajari bahasa daerah dan menikmati keseruan permainan tradisional.
Bondan sangat senang karena akan mudik. Namun, ada pekerjaan rumah yang belum selesai. Pekerjaan itu adalah melipat pakaian. Bondan tidak tahu bagaimana caranya. Dia mencari cara agar bisa melipat pakaian.
Magai suka mendengarkan cerita Mama. Magai menggambarkan cerita-cerita itu pada tapa. Tapa adalah kertas tradisional dari kulit kayu. Tapa cerita selalu membuat Magai gembira. Di sekolah, Enre sering terlihat murung. Apakah Magai dapat menghibur Enre dengan tapa ceritanya?
Akhirnya, Nana bisa kembali ke rumah. Nana rindu sekali dengan rumah,terutama dengan teman-temannya. Dia ingin bermain bersama lagi. Namun, Nana takut semua akan menjauhinya.Apakah Nana berhasil melawan ketakutannya?Baca kisah selengkapnya dalam buku ini.
Lolo adalah seekor singa yang baik hati, ramah, dan selalu mendengarkan keluh kesah rakyatnya. Tidak ada masalah yang tidak bisa dia selesaikan. Hanya saja, kenyamanan di desa itu sedikit terusik karena keluh kesah beberapa warganya terhadap kebiasaan satu sama lain. Ada Jeje yang kesal dengan Gaga Gajah karena Gaga merusak pagarnya. Ada Momo yang terganggu oleh nyanyian Krik-Krik Jangkrik, adaโฆ
Nino membantu Ibu membeli sebungkus gula dan dua bungkus agar-agar. Nino berusaha mengingat-ingat pesan ibunya agar tidak lupa. Di perjalanan menuju warung, Nino melihat kucing yang terjebak di atas pohon. Nino ingin menolongnya. Namun, ia takut nanti lupa pesanan ibunya. Apakah Nino berhasil menjalankan tugasnya kali ini?
Buku berjudul Di Hati Riri, Diterbitkan oleh penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,, Ditulis oleh Bacaan Bermutu Anak Indonesia dan masuk pada kategori Pustaka Anak.
Buku ini saya tulis sebagai upaya untuk memperkenalkan salah satu keunikan tradisi Jawa dalam memperingati hari kelahiran seseorang lewat bancakan yang umumnya terdiri atas nasi, sayuran hijau diberi parutan kelapa berbumbu, dan lauk pauk lainnya yang sederhana. Pada acara bancakan itu dibagikan nasi bancakan kepada anak-anak kecil teman bermain anak yang memperingati hari kelahirannya.
Alif anak kampung nelayan mengisahkan keinginan seorang anak kecil yang ingin mengunjungi kota. Setelah bujuk rayunya, akhirnya Alif diperbolehkan untuk mengikuti ayahnya pergi ke kota. Perjalanan Alif ke kota dipenuhi dengan rasa kagum ketika melihat gedung-gedung yang tinggi dan orang-orang yang memakai pakaian berdasi. Di sisi lain, rasa kagum itu berubah ketika melihat banyak pengemis di piโฆ
Tetapi, Owen kucing Doni.Doni kenal Owen.Doni tahu alasan Owen menyentuh.Owen ternyata lapar.Izin menyentuhmu ya, Owen!
Nila mengira semua jual beliseperti di Pasar Wulandoni.Barang bisa dibarter dengan barang.Nila mengumpulkan barang-barang selamasepekan. Dia ingin menukarnya dengan tasimpian yang dijual di sebuah toko.Apakah Nila berhasil menukar barang-barangnya dengan tas yang dia inginkan?
Ada lomba boling kelompok di sekolah. Ali dan Ivan kebetulan satu kelompok. Namun, Ali pesimis akan menang. Mengapa begitu? Sementara itu, Ivan sangat bersemangat. Ayo, kita saksikan bagaimana mereka bekerja sama!
Tomi mencium aroma sedap tiwul di rumah Paman. Sayangnya, rasanya tidak cocok dengan selera Tomi. Tomi berusaha mencari cara agar tiwul yang beraroma sedap, rasanya juga enak. Apakah Tomi akan berhasil?
Ulan, si mobil ambulans, melaju dengan kencang. Ia harus segera mengantar pasien ke rumah sakit. Namun, ternyata banyak hambatan yang dihadapi Ulan selama perjalanan.ย
Buku ini berisi cerita perjalanan tiga anak petani itu ke sawah. Perjalanan mereka seru karena terhalang oleh pohon pisang, mendapat pisang matang, dan memberi makan monyet denngan pisang. Namun selanjutnya, monyet semakin banyak dan mereka pun harus berlari.
Bagi Bia, memakai kursi roda bukanlah sebuah hambatan. Bisa berjalan-jalan,bukan sekadar angan-angan. Yuk, ikuti perjalanan Bia dan Kai menuju Pantai Jimbaran! Apakah mereka bisa sampai tujuan dengan aman?
Pada malam bulan purnama, Alma sedih. Ayah harus pergi dinas. Ayah baru akan pulang empat minggu lagi.Aduh, empat minggu itu berapa lama? Lalu, apa yang harus Alma lakukan sambil menunggu Ayah kembali?
Ada yang sudah mengenal mata uang Rupiah?Tahukah Adik-Adik, jika di dalam selembar uang kertas terdapat berbagai gambar yang indah?Kali ini kita akan belajar bersama Ara tentang keindahan uang kertas Rp1.000, Rp2.000, dan Rp5.000.Tujuannya agar kita tetap Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah!Yuk, simak kisahnya dalam buku Mengenal Rupiah!
Cimpul dan Kimpul mendapat oleh-oleh sekantung benih. Benih itu mereka tanam hingga berbuah kacang panjang yang sangat panjang. Namun, Cimpul dan Kimpul tidak dapat bersepakat mengenai kacang panjang siapa yang lebih panjang. Bagaimana, ya, cara Cimpul dan Kimpul menyelesaikan perdebatan mereka?