Buku ini menceritakan kisah penduduk wilayah Tengger yang menghadapi bencana gempa dan kekeringan, serta upaya seorang Pendeta sakti untuk mengatasi kesulitan tersebut. Cerita mengangkat tema kepahlawanan, ketekunan, dan upaya manusia menghadapi bencana alam.
Buku ini memperkenalkan Pila dan Poja, dua tokoh yang menghadirkan kebahagiaan dan kehangatan bagi pembaca. Cerita ini mengajak anak-anak untuk mengikuti kisah mereka, merasakan cinta, keceriaan, dan kehangatan yang dapat memupuk empati serta perasaan positif sejak dini.
Buku ini menceritakan persahabatan antara Selem dan Nimi, dengan fokus pada keberanian, tolong-menolong, dan hubungan hangat antara teman. Cerita mengangkat tema persahabatan, tanggung jawab, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini mengisahkan pengalaman pertama Maria mengikuti tradisi pangkur sagu di Kampung Senegi, Merauke. Melalui kisah gotong royong, persahabatan, dan keceriaan, anak-anak diajak mengenal proses pembuatan sagu serta pentingnya menjaga kebersamaan dalam budaya masyarakat Marind.
Buku ini menceritakan pengalaman Banu dan teman-teman saat menghadapi banjir rob, sekaligus mengenalkan permainan seru yang mereka temukan di tengah kondisi tersebut. Cerita ini mengajak pembaca belajar menghadapi tantangan lingkungan sambil tetap bersenang-senang.